Selasa, 26 Maret 2013

Perkembangan Perawat di Indonesia


Seperti halnya perkembangan perawat di dunia, perawat di Indonesia juga terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Berikut akan saya postingkan Riwayat Perkembangan Perawat di Indonesia

Perawat pada masa penjajahan
Rumah sakit pertama didirikan di Indonesia adalah Binnen Hospital pada tahu 1799 oleh VOC. Para Perawat dipilih dari pribumi yang di sebut dengan Penjaga rumah sakit. Tugas penjaga rumah sakit adalah meliputi kegiatan memasak,membersihkan bangsal, mengontrol pasien, mencegah pasien tidak melarikan diri, dan menjaga pasien yang mengalami gangguan jiwa. Penjaga pasien saat itu hanya dilakukan oleh penduduk pribumi yang berstatus social rendah. Sedangkan tugas pelayanan kesehatan dilakukan oleh seorang ahli bedah.
Pada awal abad ke 19 mulai diadakannya pelatihan keperawatan yang bersifat non formal, dan kemudian pada tahun 1920 saat pemerintahan Hindia Belanda dipimpin oleh Gubernur Rafless, keperawatan yang bertujuan untuk menolong orang agar sembuh dari penyakitnya berkembang cukup baik. saat itu mulai digalakkan vaksinansi cacar berskala nasional tenaga perawat ini biasanya dikenal dengan sebutan mantr cacar. Pemerintah Hindia Belanda kemudian mendirikan lembaga pelayanan kesehatan masyarakat dan sekolah mantri kesehatan di Purwokerto pada tahun 1937 yang membentuk keperawatan preventif atau cara – cara pencegahan.
Ketika kekuasaan beralih kemasa pemerintahan Jepang Keperawatan di Indonesia mengalami masa kegelapan. Wabah penyakit menular dimana – mana dan jumlah oranng sakit terus meningkat sementara obat – obatan dan bahan – bahan yang dibutuhkasn seperti balutan luka dalam kondisi kekurangan. Banyak Perawat yang berhenti bekerja  dikarenakan rasa takut dan kecemasan.

Perawat di masa setelah Kemerdekaan
Setelah merdeka di tahun 1945 Pemerintah mendirikan sekolah pengatur perawat dan sekolah bidan untuk menyiapkan perawat dan bidan di rumah sakit, balai pengobatan. Pada tahun 1950 Indonesia mendirikan pendidikan perawat yaitu Sekolah Penata Rawat (SPR) . Pendidikan Perawat professional mulai didirikan pada tahun 1962 dengan didirikan akademi Keperawatan milik DepartemeN Kesehatan di Jakarta untuk menghasilkan Perawat professional pemula. Dan pada tahun 1974 dibentuklah Organisasi Persatuan Perawat Indonesia (PPNI).
Melalui lokakarya Keperawatan Nasional yang diadakan di Persatuan Perawat Nasioanl Indonesia bekerjasama dengan Departemen Kesehatan dan Departemen Pendidikan dan kebudayaan Keperawatan Profesional mulai digagas. Lokakarya itu menetapkan tugas, fungsi, dan standar kompetensi Perawat. Pendidikan Keperawatan meliputi jenjang D – 3, D – 4, S – 1, S- 2, dan S – 3.

                                                                                                                 (dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar