Seperti halnya perkembangan perawat di dunia, perawat di
Indonesia juga terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Berikut akan
saya postingkan Riwayat Perkembangan Perawat di
Indonesia
Perawat pada masa
penjajahan
Rumah sakit pertama didirikan di Indonesia adalah Binnen
Hospital pada tahu 1799 oleh VOC. Para Perawat dipilih dari pribumi yang di
sebut dengan Penjaga rumah sakit. Tugas penjaga rumah sakit adalah meliputi
kegiatan memasak,membersihkan bangsal, mengontrol pasien, mencegah pasien tidak
melarikan diri, dan menjaga pasien yang mengalami gangguan jiwa. Penjaga pasien
saat itu hanya dilakukan oleh penduduk pribumi yang berstatus social rendah. Sedangkan
tugas pelayanan kesehatan dilakukan oleh seorang ahli bedah.
Pada awal abad ke 19 mulai diadakannya pelatihan keperawatan
yang bersifat non formal, dan kemudian pada tahun 1920 saat pemerintahan Hindia
Belanda dipimpin oleh Gubernur Rafless, keperawatan yang bertujuan untuk
menolong orang agar sembuh dari penyakitnya berkembang cukup baik. saat itu
mulai digalakkan vaksinansi cacar berskala nasional tenaga perawat ini biasanya
dikenal dengan sebutan mantr cacar. Pemerintah Hindia Belanda kemudian
mendirikan lembaga pelayanan kesehatan masyarakat dan sekolah mantri kesehatan
di Purwokerto pada tahun 1937 yang membentuk keperawatan preventif atau cara –
cara pencegahan.
Ketika kekuasaan beralih kemasa pemerintahan Jepang
Keperawatan di Indonesia mengalami masa kegelapan. Wabah penyakit menular
dimana – mana dan jumlah oranng sakit terus meningkat sementara obat – obatan dan
bahan – bahan yang dibutuhkasn seperti balutan luka dalam kondisi kekurangan.
Banyak Perawat yang berhenti bekerja
dikarenakan rasa takut dan kecemasan.
Perawat di masa setelah
Kemerdekaan
Setelah merdeka di tahun 1945 Pemerintah mendirikan sekolah
pengatur perawat dan sekolah bidan untuk menyiapkan perawat dan bidan di rumah
sakit, balai pengobatan. Pada tahun 1950 Indonesia mendirikan pendidikan
perawat yaitu Sekolah Penata Rawat (SPR) . Pendidikan Perawat professional mulai
didirikan pada tahun 1962 dengan didirikan akademi Keperawatan milik DepartemeN
Kesehatan di Jakarta untuk menghasilkan Perawat professional pemula. Dan pada
tahun 1974 dibentuklah Organisasi Persatuan Perawat Indonesia (PPNI).
Melalui lokakarya Keperawatan Nasional yang diadakan di
Persatuan Perawat Nasioanl Indonesia bekerjasama dengan Departemen Kesehatan
dan Departemen Pendidikan dan kebudayaan Keperawatan Profesional mulai digagas.
Lokakarya itu menetapkan tugas, fungsi, dan standar kompetensi Perawat.
Pendidikan Keperawatan meliputi jenjang D – 3, D – 4, S – 1, S- 2, dan S – 3.
(dari berbagai sumber)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar